10 Manfaat Hutan Mangrove Untuk Kehidupan

Hutan & Laut51 Views

Manfaat hutan mangrove begitu banyak khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Tidak hanya manfaat ekologi tetapi hutan mangrove juga memiliki manfaat fisik, biologi, kimia, sosial hingga ekonomi.

Berbagai penelitian telah menunjukan tentang manfaat hutan mangrove bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir sebab hutan mangrove menjadi satu dari tiga bagian ekosistem pesisir.

Nah! kali ini jagabumi akan mengulas lebih dalam tentang manfaat hutan mangrove untuk kehidupan, selengkapnya simak ulasan berikut ini:

Baca Juga : 10 Ciri Daun Sembukan Dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Apa itu Hutan Mangrove?

 

Manfaat Hutan Mangrove

Secara etimologi kata mangrove berasal dari kata Portugis mangue dan grove. Dua kata tersebut mengacu pada rumput-rumput atau kelompok pohon yang tumbuh di dekat tumbuhan lain yang tumbuh di area yang sama.

Sedangkan secara terminologi hutan mangrove adalah sekumpulan tumbuhan tertentu yang disebut mangrove tumbuh di daerah pesisir, baik tropis maupun subtropis.

 

Pengertian Hutan Mangrove Menurut Para Ahli

1. Hutchings dan  Saenger (1987)

Mangrove adalah tumbuhan khas pantai. Tumbuh di pantai yang terlindung di wilayah tropis dan subtropis.

2. Saparno (2007)

Hutan Mangrove adalah jenis vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut. Mangrove dapat tumbuh di pantai karang, dataran koral mati yang ditutupi lumpur, pasir tipis, dan pantai berlumpur.

3. Supriharyono (2000)

Mangrove memiliki dua definisi: pertama, sebagai kelompok tanaman atau hutan yang tahan terhadap salinitas dan garam air laut dan kedua sebagai spesies.

4. Alikodra tahun (1998)

Hutan mangrove adalah formasi hutan yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut dan kondisi tanah anaerobik.

Baca Juga : Apa itu Blue Carbon? Pengertian dan Manfaatnya

10 Manfaat Hutan Mangrove Untuk Kehidupan

Hutan mangrove memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat pesisir, seperti yang ditunjukkan oleh banyak penelitian.

Oleh karena itu, hutan mangrove merupakan jenis hutan dapat kita ditemukan di daerah pesisir dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.

Biasanya, tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan air asin dengan kadar garam tinggi, seperti pohon bakau dan mangrove, mendominasi.

Banyak dari kita hanya tahu bahwa hutan mangrove mencegah abrasi di pesisir, tetapi hutan mangrove memiliki banyak manfaat lain bagi lingkungan, flora, dan fauna di sekitarnya. selengkapnya berikut manfaat hutan mangrove.

1. Menjaga Kelestarian Wilayah Pesisir

Hutan mangrove memiliki kemampuan untuk menahan dan memperlambat arus dan ombak. Ini akan mengurangi risiko erosi dan efek lainnya dari ombak.

Selain itu, Melalui proses filtrasi, vegetasi hutan mangrove melindungi struktur, tanaman pertanian, atau vegetasi alami dari kerusakan yang disebabkan oleh badai atau angin yang bermuatan garam.

Dan hutan mangrove dapat membantu proses pengendapan lumpur. Proses ini sangat terkait dengan penghilangan racun dan unsur hara air karena bahan-bahan ini sering terikat pada partikel lumpur. Hutan mangrove menjaga kualitas air laut dengan endapan lumpur erosi.

Maka, manfaat hutan mangrove dapat menjadi kunci ekosistem pesisir dengan mangrove yang berfungsi untuk menyerap polusi dan sedimen agar tidak mengalir ke laut dan menghentikan lumpur yang dapat merusak terumbu karang laut.

Akhirnya pohon mangrove dapat membantu pertumbuhan ekosistem laut dengan baik.

2. Tempat Berkembang Biak Ikan

Hutan mangrove memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah menjadi tempat yang nyaman bagi beberapa jenis makhluk hidup.

Selain menjadi rumah bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska hutan mangrove  juga memberi ikan-ikan tempat untuk bertelur, membesarkan, dan mencari makan berbagai hewan laut yang kecil.

Bahkan, beberapa spesies seperti udang, ikan, dan kepiting banyak tumbuh di hutan mangrove. Beberapa jenis burung besar, seperti bangau tong tong, juga memanfaatkan hutan mangrove sebagai tempat bersarang.

Mangrove berperan sebagai mata rantai makanan di perairan yang dapat menampung berbagai jenis ikan, udang, dan moluska.

Makanya hutan mangrove memberikan nutrisi dan makanan yang lebih baik bagi biota akuatik dan hutan mangrove dapat menciptakan iklim yang baik untuk kehidupan biota akuatik.

Di lain sisi, manfaat hutan mangrove juga membantu menyeimbangkan siklus biologi di perairan. Beberapa jenis tumbuhan mangrove, seperti Rhizophora sp, Avicennia sp, dan Sonneratia sp, memiliki jenis perakaran unik, kondisi lantai hutan, kubangan, dan alur-alur yang saling berhubungan dan dapatb melindungi larva sebagai biota laut.

Kondisi ini sangat penting bagi fauna yang tinggal di hutan bakau karena mereka memberikan tempat untuk bertelur, pemijahan, dan berkembang biak.

3. Menjadi Bahan Makanan

Manfaat hutan mangrove salah satu adalah dengan pemanfaatan buahnya. Buah mangrove Bruguiera gymnorrhiza dapat digunakan untuk membuat kue.

Di berbagai tempat kadang masyarakat menggunakan buah mangrove Kerakas (Rhizophora mucronata) dan Turi (Accrositicumaerum) untuk dimakan sebagai sayuran.

Bruguiera gymnorrhiza yang dikenal sebagai Lindur ternyata memiliki tingkat energi dan karbohidrat yang tinggi ketika dimakan langsung bersama bumbu kelapa atau dicampur dengan nasi.

Selain itu, karbohidrat yang ditemukan dalam buah ini sama seperti seperti beras yang biasa kita konsumsi.

Berdasarkan buku Hutan Mangrove dan Pemanfaatannya (2017),  buah mangrove memiliki 371 kalori per 100 gram buah mangrove dan 85,1 gram karbohidrat per 100 gram.

Selain berguna untuk bahan makanan hutan mangrove juga berguna sebagai rantai makanan tidak hanya untuk ikan besar tetapi ikan kecil dan kepiting.

Baca Juga : Apa itu Blue Carbon? Pengertian dan Manfaatnya

4. Mengedapkan Lumpur dan Menjaga Kejernihan Air Laut

Salah satu manfaat hutan mangrove adalah mampu menjaga kualitas air dan udara. Ini karena hutan mangrove menyerap kotoran dari sampah manusia dan kapal yang berlayar di lautan.

Setelah itu, tanaman mangrove dapat menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat air menjadi lebih bersih. Fungsi biosorbi tanaman mangrove dikenal sebagai agen bioremediasi alami. Mereka dapat menyerap logam berat seperti besi, mangan, nikel, pb, zink, dan cd yang ada di alam.

Selain itu, mangrove memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai biofilter. Kemampuan ini digunakan hutan mangrove untuk menyaring, mengikat, dan memerangkap polusi di alam bebas, seperti sedimen, sampah, dan limbah rumah tangga lainnya.

Akibatnya, kualitas air akan lebih baik lagi.Pohon Api-api (Avicennia marina) adalah salah satu spesies mangrove yang dapat menyerap logam berat. Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengurangi efek racun melalui proses pengenceran.

Di satu sisi,  ketika terjadi banjir air bergerak menuju laut dengan mengangkut lumpur sehingga lain dari hutan magrove adalah menghadang dan mengendapkan lumpur yang mengalir bersama air hujan tersebut.

Lumpur berbahaya bagi kehidupan ekosistem laut sebab dapat mempengaruhi kejernihan air laut.

5. Membantu Perekonomian Masyarakat

Masyarakat yang hidup di pesisir pantai dapat mengumpulkan kerang, udang, dan ikan saat air surut serta ikan berlindung di akar mangrove saat air pasang, sehingga hutan mangrove menjadi tempat untuk memancing.

Oleh karena itu hutan mangrove menjadi sumber makanan dan bahan bakar bagi masyarakat setempat, termasuk ikan, kerang, dan kayu bakar.

Mislnya kayu pohon mangrove juga dapat dimanfaatkan untuk membuat perahu atau membangun rumah sehingga penting masyarakat pesisir menjaga dan memastikan kelestarian hutan mangrove.

Selain itu,  banyak  manfaat yang diperoleh dari hutan mangrove lainnya, yang terpenting masyarakat mengambil sumber daya dengan bijak dan tidak merusak ekosistem pohon mangrove.

Di beberapa wilayah potensi hutan mangrove juga dapat sebagai tempat wisata yang juga dapat mendatangkan pendapatan bagi warga masyarakat pesisir.

Panorama alam yang ditawarkannya mampu memikat banyak orang untuk datang. Beberapa hutan mangrove  yang menjadi tempat wisata antara lain Taman Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta Utara, Hutan Mangrove Ujungpangkah di Gresik, Hutan Mangrove Kulon Progo, dan Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya, antara lain.

Selain berfungsi sebagai tempat wisata, hutan mangrove juga dapat digunakan sebagai tempat untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan, seperti kimia, perikanan, dan kelautan.

Dengan mempelajari dan memahami ekosistem mangrove, kita diharapkan menjadi lebih sadar dan peduli akan kelestarian alam.

6. Bahan Kontruksi Rumah

Sekitar 189 jenis tumbuhan dari 68 suku hidup di ekosistem mangrove di Indonesia, 80 di antaranya adalah pohon dan kayu-kayuan.

Salah satu keuntungan dari hutan mangrove adalah masyarakat dapat mengambil kayu dari pohon bakau untuk dikonsumsi dan  Kayu pohon mangrove juga sangat menguntungkan secara finansial.

Kayu pohon mangrove dapat digunakan untuk konstruksi, seperti membuat rumah dan pelabuhan. Selain tidak menghasilkan banyak asap, kayu pohon bakau dapat digunakan sebagai bahan bakar dan kayu bakar, serta untuk membuat arang.

7. Mitigasi Perubahan Iklim

Sangat penting untuk memaksimalkan penyerapan karbon karena banyak aktivitas di kehidupan kita yang menghasilkan emisi karbondioksida, yang menyebabkan suhu bumi naik dan perubahan iklim, seperti penggunaan listrik, asap kendaraan bermotor, dan kegiatan industri.

Hutan mangrove di Indonesia dapat menyimpan lima kali lebih banyak karbon daripada hutan tropis dataran tinggi, menurut penelitian CIFOR.

Menurut penelitian lain, hutan mangrove bermanfaat karena mampu menyerap 110 kg karbon dan mengeluarkan sebagian besar karbon sebagai endapan organik di lumpur.

Penyimpanan karbon di hutan mangrove, yang merupakan ekosistem lahan basah, dapat mencapai 800 hingga 1200 ton per hekatare. Selain itu, pelepasan emisi ke udara di hutan mangrove lebih kecil ketimbang di hutan daratan karena pembusukan serasah tanaman akuatik tidak melepaskan karbon ke udara.

Jika hutan mangrove lestari, peningkatan emisi karbon di alam dapat dikurangi.

8. Mecegah Terjadinya Abrasi

Untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan, mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting. Kerusakan yang ditimbulkannya tidak hanya berdampak pada manusia tetapi juga pada makhluk hidup lainnya.

Oleh karena itu, hutan mangrove memiliki banyak manfaat sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satunya adalah mencegah air laut masuk ke daratan, erosi, dan abrasi pantai.

Perembesan air laut ke tanah daratan sehingga air tanah menjadi payau dan tidak baik untuk dikonsumsi disebut intrusi air laut. Hutan mangrove mencegah intrusi air laut ini terjadi.

Hutan mangrove juga membantu menghentikan erosi dan abrasi pantai. Seperti yang sering kita dengar dari media sosial atau berita, abrasi pantai berdampak negatif pada banyak masyarakat. Abrasi adalah proses pengikisan permukaan tanah oleh erosi dan hempasan ombak.

Tanaman mangrove memiliki akar yang efektif untuk melindungi tanah di pesisir, sehingga mereka dapat mencegah pengikisan tanah oleh air dan mengurangi dampak buruk banjir rob.

9. Sumber Pakan

Hasil pertanian, perikanan, peternakan, atau bahan lain yang layak digunakan sebagai bahan pakan, baik yang sudah diolah maupun yang belum diolah, disebut bahan pakan.

Ternak seperti sapi, kambing, atau unggas sangat memerlukan nutrisi dari pohon mangrove yang telah dihancurkan dan digiling menjadi bubuk pakan.

Tumbuhan mangrove biasanya memberikan pakan ternak dari daun atau ranting Rhizophora, Sonneratia, Avicennia, dan jenis rumput-rumputan (Gramineae). Kandungan gizi daun mangrove Avicennia termasuk kalori, vitamin B, vitamin C, kadar lemak, kadar air, karbohidrat, serat kasar, magnesium, kalsium, kalium, natrium, dan vitamin B.

10. Keanekaragaman Hayati

Ekosistem mangrove menyediakan habitat penting bagi berbagai spesies burung, ikan, kepiting, dan hewan lainnya. Ini juga berkontribusi pada keanekaragaman hayati di seluruh dunia.

Disamping itu, beberapa wilayah menganggap tumbuhan mangrove sebagai obat tradisional. Meskipun belum terbukti secara ilmiah, itu justru membuka jalan bagi penemuan baru dalam bidang kesehatan.

Di provinsi Maluku Utara, studi etnofarmakologi menunjukkan bahwa Rhizophora apiculata dapat digunakan sebagai obat untuk muntah, rematik, nyeri otot, luka dalam, TBC, dan luka baru. Setelah itu, Sonneratia alba biasa digunakan oleh penduduk untuk mengobati sakit persendian, sakit pinggang, sakit tulang, dan otot. Penduduk setempat juga menggunakan mangrove Sonneratia ovate untuk pengobatan dan penghentian pendarahan pada luka atau sebagai aktivitas koagulasi darah.

Demikian pembahasan mengenai manfaat hutan mangrove, jangan lupa share ya!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *